Sabtu, 03 Februari 2018


GREEN NORD 1927



Hasil gambar untuk artikel green nord
Nama Green Nord 27 didengar pencinta sepak bola Surabaya sejak 2012. Nama yang merujuk pada tribun utara Stadion Gelora Bung Tomo itu semakin populer di kalangan suporter Persebaya.
Tidak hanya sajikan aksi atraktif dan teriakan chant-chant kreatif, di tribun itu Bonek juga perlahan mereduksi citra negatif mereka.
Bonek yang citranya kerap membuat kerusuhan, melanggar peraturan, hingga melakukan berbagai aksi kriminal harus diubah. Misi itulah yang ingin diwujudkan Bonek-Bonek muda yang berkumpul di tribun utara.
Mereka ingin citra negatif Bonek perlahan hilang. Maka, mereka mengedukasi sesama Bonek bagaimana caranya nonton sepak bola yang benar dan asyik. Mereka punya semboyan, no ticket no game.
Kalau mau nonton pertandingan, ya pakai tiket. Penampilan juga harus rapi, pakai sepatu, dan jersey Persebaya. Yang lebih penting lagi harus mematuhi peraturan lalu lintas sepanjang perjalanan menuju stadion.
Mereka, para Bonek yang berkumpul di Green Nord 27, tidak pernah menyuarakan chant rasis untuk kesebelasan yang bertamu. Misalnya, yang diungkapkan Syaiful atau yang akrab disapa Capo Ipul, salah satu dirigen tribun utara.
Dia mengatakan bahwa Bonek harus mengubah sendiri image negatif yang sudah diciptakan.
Karena itu, Green Nord 27 berinisiatif melakukan perubahan signifikan tentang perilaku Bonek. ’’Kami tidak ingin jadi yang terbaik, kami hanya ingin lebih baik,’’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar